Friday, September 5, 2014

Lowongan Waiters Inul Vizta Metro Lampung

KarirLampung.com - Lowongan Waiters Inul Vizta Metro, Lampung - Inul Vizta menjadi satu-satunya karaoke keluarga yang pertama kali dalam sejarah Superbrands Indonesia, yang berhasil mendapatkan penghargaan Superbrands 2013-2014 untuk kategori Entertainment.
Membuka Outlet Di Mtero Lampung, Di Jalan Jend. Sudirman, No. 64 Metro Lampung.

Waiters
Job Desc: Pelayan dalam menerima tamu, dan mengantarkan pesanan

Persyaratan:
1. Wanita
2. Usia Maksimal 23 Tahun
3. Lulusan SMA/SMK/D1 PERHOTELAN/ SEDERAJAT
4. Berpengalaman dalam bidang jasa dan pelayanan
5. Berdedikasi dan Disiplin tinggi terhadap perkerjaan
6. Mampu berkerjasama dalam Tim maupun Individual
7. Berpenampilan Merarik
8. Bersedia berkerja Shift

Lamaran Antar langsung ke Inul Vizta Metro Lampung
Jalan Jend. Sudirman, No. 64 Metro Lampung 34111
Rspv : (0725) 7852 111

Sumber informasi: HRD INul Vizta, via submit form KarirLampung.com, tanggal 3 Maret 2014

Jangan lupa, follow kami di Twitter @KarirLampung dan Facebook KarirLampungDotCom. Semoga informasi Lowongan Kerja Lampung Terbaru di KarirLampung.com yang kami sajikan ini bermanfaat dan bisa membantu mengurangi jumlah pengangguran di Lampung.

Thursday, September 4, 2014

Suplai logistik untuk tukang

"You are always a student, never a master. You have to keep moving forward"
-Conrad Hall-

Di suatu pagi, seorang teman berkunjung, biasa lah ngobrol sana sini :) Dari sharing kabar, kegiatan, kondisi kesibukan masing-masing hingga peluang-peluang.

Dari ceritanya, ada satu peluang yang kiranya cukup menarik menjadi alternatif usaha ekonomis. Kalau rekan-rekan punya kenalan, teman dekat, kerabat/famili yang berkecimpung di bidang teknik sipil, pemborong gedung, bangunan, jalan jembatan dll, coba manfaatkan kesempatan ini. Biasanya para pemborong/mandor membawahi para tukang. Para tukang/pekerja lapangan ini tidak sedikit ternyata juga merupakan kerabat sendiri dari si mandor, bisa pula temen/tetangga sekampung di desa, dsb. Oleh karenanya para tukang ini, umumnya nurut, manut, ngikut, loyal sama sang mandor (iya lah, bos nya, hehe). Pengerjaan proyek (gedung bangunan jalan jembatan dsb), seringkali memakan waktu tidak sebentar. Di kota2 besar biasa kita jumpai untuk para tukang dibuatkan rumah bedeng, temporer, sementara utk tinggal selama menyelesaikan proyek yang ditangani.

Nah peluang/kesempatannya adalah menawarkan kepada si mandor, si bos, pemborong untuk menjadi penyuplai logistik kebutuhan sehari-hari para tukang. Misal kebutuhan makan (3 kali dalam sehari), rokok, sabun mandi sabun cuci dll. Mereka para tukang secara terjadwal dikirimi nasi bungkus/nasi kardus untuk pagi, siang, malam. Tiap akhir pekan --misal-- tinggal potong gaji saja, total tagihan belanja para tukang (tercatat rapi administrasinya) dimintakan ke si mandor. Tentu imbal jasa bagi si mandor bisa jadi berupa fasilitas makan gratis khusus si mandor, atau sejenisnya.

Coba bayangkan kalau si mandor membawahi 30 orang tukang, mengerjakan gedung apartemen 20 lantai selama 4 bulan. Jatah makan tukang sehari 3 kali = 20 ribu/orang. Lumayan kan ? :D

Ya begitulah ringkasnya peluang yang bisa dimanfaatkan bila kesempatan seperti ini kita miliki. Coba saja, bila situasinya memang rekan2 jumpai yang cocok seperti gambaran di atas :)

Wednesday, September 3, 2014

Pengertian Tugas Fakultatif Tambahan

Pengertian Tugas Fakultatif (Tambahan) – Tugas Fakultatif (Tambahan) adalah/ Tugas Fakultatif (Tambahan) yaitu/ Tugas Fakultatif (Tambahan) merupakan/ yang dimaksud Tugas Fakultatif (Tambahan)/ arti Tugas Fakultatif (Tambahan)/ definisi Tugas Fakultatif (Tambahan).
Tugas Fakultatif (Tambahan) adalah

Tugas Fakultatif (Tambahan) adalah tugas yang bersifat tambahan atau pelengkap terhadap tugas essensial. Tugas ini diselenggarakan oleh Negara untuk dapat memperbesar kesejahteraan rakyat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam segala aspeknya, misalnya pemeliharaan fakir miskin, menyelenggarakan pendidikan, dan lain-lain.
Demikian informasi tentang Pengertian Tugas Fakultatif (Tambahan) semoga bisa berguna.

Monday, September 1, 2014

Inilah Bukti Bahwa Orang Tua Sering Membohongi Anaknya


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia. Itulah Kebohongan orang tua pada anaknya. Apa bukti bahwa mereka suka berbohong pada anaknya?


Cerita bermula ketika masih kecil, sebut saja si Andi, terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, sang Orang Tua sering memberikan porsi nasinya untuk Andi. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk Andi, Orang Tua berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar”. KEBOHONGAN Orang Tua YANG PERTAMA


Ketika Andi mulai tumbuh dewasa, Orang Tua yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, Orang Tua berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, Orang Tua memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu Andi memakan sup ikan itu, Orang Tua duduk disampingnya dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang Andi makan. Andi melihat Orang Tua seperti itu, hatinya tersentuh juga, lalu menggunakan sendok dan memberikannya kepada Orang Tua’nya. Tetapi sang Orang Tua dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” . KEBOHONGAN Orang Tua YANG KEDUA


Sekarang Andi sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abangnya dan dia, Orang Tua pergi ke koperasi pembuatan kotak korek api untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel merk’nya, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, Andi bangun dari tempat tidurnya, melihat Orang Tua masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Andi berkata :”Ibu/bapak, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu/bapak masih harus kerja.” Orang Tua tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”. KEBOHONGAN Orang Tua YANG KETIGA


Ketika ujian tiba, Orang Tua meminta cuti kerja supaya dapat menemani Andi pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, Orang Tua yang tegar dan gigih menunggu Andi di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Orang Tua dengan segera menyambut Andi dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untuknya. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat Orang Tua yang dibanjiri peluh, Andi segera memberikan gelasnya untuk Orang Tuanya sambil menyuruhnya minum. Orang Tua berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!”. KEBOHONGAN Orang Tua YANG KEEMPAT


Setelah kepergian sang ayah tercinta karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai seorang ayah dan juga ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumah Andi pun membantu ibu baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan keluarga Andi yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibu Andi untuk menikah lagi. Tetapi Orang Tua yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”. KEBOHONGAN Orang Tua YANG KELIMA


Setelah Andi dan abangnya semua sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Abang Andi yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” . KEBOHONGAN Orang Tua YANG KEENAM


Setelah lulus dari S1, Andi pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya Andi pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, Andi bermaksud membawa ibunya untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepada Andi “Aku tidak terbiasa”. KEBOHONGAN Orang Tua YANG KETUJUH


Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, Andi yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Andi melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap Andi dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibu Andi sehingga ibunya terlihat lemah dan kurus kering. Andi sambil menatap ibunya sambil berlinang air mata. Hatinya perih, sakit sekali melihat ibunya dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” .KEBOHONGAN Orang Tua YANG KEDELAPAN.


Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibu Andi tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kali.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sunday, August 31, 2014

11 Fakta Menarik Tentang Hujan


Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah negara tropis, ciri umum wilayah yang disebut tropis adalah memiliki curah hujan yang banyak. Dalam thread ini akan kita bahas tentang fenomena keunikan hujan dan fakta yang mungkin terlewatkan dari kita.

1. Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.
2. Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan.
3. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter.
4. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm.
5. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter.
6. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi.
7. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”
8. Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik.
9. Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang di bekukan di freezer/kul_kas.
10. Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan petrichor.

11. Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”.
Dan pada titik ini, para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi..
source: http://www.acehonline.net/showthread.php?t=6276

Friday, August 29, 2014

CIRI CIRI PENYAKIT USUS BUNTU DAN CARA MENGOBATINYA

Ciri-ciri Penyakit Usus Buntu dan Cara Mengobatinya - Usus buntu termasuk salah satu penyakit yang umum bagi masyarakat kita, penyakit ini juga termasuk salah satu penyakit yang berbahaya. jangankan usus buntu, orang yang sedang terserang flu saja banyak yang mengeluh, apalagi yang terserang penyakit ganas, betapa sakit dan khawatirnya mereka terhadap diri mereka sendiri. Kalau ditanya siapa yang mau sakit? Pasti tidak ada yang menjawab. Ya, semua orang menginginkan sehat, dan jika Anda semua ingin tetap terjaga sehat tubuhnya, maka aturlah pola makan anda, pola hidup anda, gaya hidup anda, jangan lupa beristirahat. Artikel ini akan membahas salah satu penyakit, yaitu usus buntu. berikut penjelasannya.
Penyakit usus buntu terjadi karena adanya peradangan pada usus buntu dimana usus kecil yang membentuk jari melekat pada usus besar disebelah kanan rongga perut. Penyakit radang usus buntu ini umumnya  disebabkan oleh infeksi bakteri namun faktor pencetusnya beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum diketahui secara pasti.

Ciri-ciri Usus Buntu

  1. Demam dan menggigil
    Ini dapat di identifikasi jika deman lebih dari 39 derajat celcius disertai sakit pada bagian perut yang parah sehingga membuat seseorang menjadi sulit berdiri, kemungkinan besar gejala ini merupakan salahsatu gejala usus buntu.
  2. Nyeri pada pusar
    Pada umumnya sakit yang dirasakan oleh seorang yang menderita usus buntu adalah penderita akan merasakan sakit pada daerah sisi kanan bagain bawah perut. Namun pada pertamanya rasa tidak nyaman ada didekat pusar dan baru kemudian rasa sakit tersebut akan berpindah pada bagian kanan bawah. Namun rasa sakit ini jika dirasakan oleh anak ataupun ibu hamil seperti terasa pada berbagai bagian perut, dan setelah itu rasa sakit ini akan semakin memburuk ketika seseorang akan memindahkan kaki, bersin, tersentak, ataupun batuk.
  3. Rasa sakit yang semakin memburuk 
  4. Hilangnya nafsu makan, merasa mual, dan juga muntah
    Ketika seseorang menderita penyakit ini biasanya nafsu makan akan semakin rendah dalam beberapa hari dan dibarengi dengan mual dan juga muntah ringan. Namun jika dalam 2-3 hari gejala berkurangnya nafsu makan sudah membaik maka kemungkinan besar bukanlah usus buntu. Namun jika gejalanya semakin memburuk dan disertai rasa sakit pada bagian perut kanan bawah segera bawa kedokter untuk dilakukan tindakan selanjutnya.
  5. Semebelit atau diare
    Setelah seseorang terkena sakit perut umumnya akan merasakan sembelit atau diare, Jika ternyata diare diare disertai dengan banyak lendir, dan juga rasa sakit pada bagian perut kanan bawah maka segeralah periksakan kesehatan Anda ke dokter.
  6. Perut kembung dan sulit buang gas
    Gejala lainnya yang mungkin saja terjadi pada penderita usus buntu adalah perut merasa kembung dan terasa penuh dengan gas namun engalami kesulitan ketika akan membuang gas, disertai nyeri usus. Hal ini perlu diwaspadai sebagai salahsatu gejala yang timbul dari penyakit ini.
  7. Rasa sakit jika pada bagian kanan bawah perut setelah ditekan
    Menurut dokter Payne ketika penderita menekan pada bagian bawah perut dan kemudian merasakan sakit saat melepaskan tekanan, sebaiknya langsung saja memerikasakan diri ke dokter karena ini mengindikasikan adanya gejala radang usus buntu. Terlebih jika gejala seperti ini disertai dengan banyak gejala lainnya.

Penyebab Usus Buntu

  • Adanya penumpukan fases atau tinja dalam usus
  • Kurang asupan serat pada lambung
  • Usus terinfeksi virus atau bakteri
  • Adanya penyumbatan pada usus
  • Adanya pembesaran pada jaringan limfoid

Dampak Akibat Usus Buntu Pecah

  • Masuknya kuman usus ke dalam perut, menyebabkan peritonitis, yang bisa berakibat fatal.
  • Terbentuknya abses.
  • Pada wanita, indung telur dan salurannya bisa terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan pada saluran yang bisa menyebabkan kemandulan.
  • Masuknya kuman ke dalam pembuluh darah (septikemia), yang bisa berakibat fatal.

Cara Mengobati Usus Buntu Secara Tradisional

  1. Delima
    Bahan-Bahan : 15 gram kulit delima kering, 30 gram daun jambu segar, 500 cc air.
    Cara Pemakaian : 15 gram kulit delima kering ditambah 30 gram daun jambu segar direbus dengan 500 cc air, tunggu hingga mendidih dan air hanya tersisa 200 cc, kemudian airnya disaring lalu diminum 3 kali sehari.
  2. Ajeran
    Bahan-Bahan : 5 gram herba ajeran, 120 mL air.
    Cara Pemakaian : Semua bahan dibuat menjadi infus atau pil, lalu diminum 2 kali sehari pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml, atau 3 kali sehari, masing-masing 3 pil, ulangi selama 20 hari.

Thursday, August 28, 2014

2 Tips Trik Mudah Mengatasi Error Replay komentar blog


2 Cara/ Trik Mudah Mengatasi Error Replay komentar blog.

Hmmmm, setelah mem-posting sebuah artikel
CARA MEMASANG ICON/ WIDGET RECENT POSTS NAIK TURUN DENGAN MUDAH DAN KEREN,
Kini ku mau share mengenai tips dan trik mengatasi error ketika me-replay suatu komentar, saya posting ini karena sudah pernah merasakannya, sob. heee rasanya sebel banget.
Selamat pagi sob, pasti sobat lagi mencari solusi Mengatasi error replay komentar, yakan?
Sebel rasanya ketika me-replay suatu komentar dan tombol replay-nya error.
mysite setelah mengalami hal tersebut dan mendapat solusinya ingin rasanya shere kepada sobat semua
ada 2 Cara/Trik Mudah Mengatasi Error Replay komentar blog, sob 
kalau cara yang pertama tidak mempan cara kedua pasti mempan.
Silahkan sobat perhatikan dengan baik

Cara/trik yang pertama:
1. Masuk ke Dasbor ---> Rancangan ---> Edit HTML
2. Menjaga kegagalan, backup dulu template anda ---> Download Template Lengkap
3. Centang Expand Template Widget
4. Cari kode dibawah ini : 

<b:includable id=threaded_comment_js var=post>
  <script defer=defer expr:src=data:post.commentSrc type=text/javascript/>

  <script type=text/javascript>
    (function() {
      var items = <data:post.commentJso/>;
      var msgs = <data:post.commentMsgs/>;
      var postId = &#39;<data:post.id/>&#39;;
      var feed = &#39;<data:post.commentFeed/>&#39;;
      var authorName = &#39;<data:post.author/>&#39;;
      var authorUrl = &#39;<data:post.authorUrl/>&#39;;
      var blogId = &#39;<data:top.id/>&#39;;
      var baseUri = &#39;<data:post.commentBase/>&#39;;

// <![CDATA[
      feed += ?alt=json&v=2&orderby=published&reverse=false&max-results=50;
      var cursor = null;
      if (items && items.length > 0) {
        cursor = parseInt(items[items.length - 1].timestamp) + 1;
      }

      var bodyFromEntry = function(entry) {
        if (entry.gd$extendedProperty) {
          for (var k in entry.gd$extendedProperty) {
            if (entry.gd$extendedProperty[k].name == blogger.contentRemoved) {
              return <span class="deleted-comment"> + entry.content.$t + </span>;
            }
          }
        }
        return entry.content.$t;
      }

      var parse = function(data) {
        cursor = null;
        var comments = [];
        if (data && data.feed && data.feed.entry) {
          for (var i = 0, entry; entry = data.feed.entry[i]; i++) {
            var comment = {};
            // comment ID, parsed out of the original id format
            var id = /blog-(d+).post-(d+)/.exec(entry.id.$t);
            comment.id = id ? id[2] : null;
            comment.body = bodyFromEntry(entry);
            comment.timestamp = Date.parse(entry.published.$t) + ;
            if (entry.author && entry.author.constructor === Array) {
              var auth = entry.author[0];
              if (auth) {
                comment.author = {
                  name: (auth.name ? auth.name.$t : undefined),
                  profileUrl: (auth.uri ? auth.uri.$t : undefined),
                  avatarUrl: (auth.gd$image ? auth.gd$image.src : undefined)
                };
              }
            }
            if (entry.link) {
              if (entry.link[2]) {
                comment.link = comment.permalink = entry.link[2].href;
              }
              if (entry.link[3]) {
                var pid = /.*comments/default/(d+)?.*/.exec(entry.link[3].href);
                if (pid && pid[1]) {
                  comment.parentId = pid[1];
                }
              }
            }
            comment.deleteclass = item-control blog-admin;
            if (entry.gd$extendedProperty) {
              for (var k in entry.gd$extendedProperty) {
                console.log(entry.gd$extendedProperty[k].name + - + entry.gd$extendedProperty[k].value);
                if (entry.gd$extendedProperty[k].name == blogger.itemClass) {
                  comment.deleteclass += + entry.gd$extendedProperty[k].value;
                }
              }
            }
            comments.push(comment);
          }
        }
        return comments;
      };

      var paginator = function(callback) {
        if (hasMore()) {
          var url = feed;
          if (cursor) {
            url += &published-min= + new Date(cursor).toISOString();
          }
          window.bloggercomments = function(data) {
            var parsed = parse(data);
            cursor = parsed.length < 50 ? null
                : parseInt(parsed[parsed.length - 1].timestamp) + 1
            callback(parsed);
            window.bloggercomments = null;
          }
          url += &callback=bloggercomments;
          var script = document.createElement(script);
          script.type = text/javascript;
          script.src = url;
          document.getElementsByTagName(head)[0].appendChild(script);
        }
      };
      var hasMore = function() {
        return !!cursor;
      };
      var getMeta = function(key, comment) {
        if (iswriter == key) {
          var matches = !!comment.author
              && comment.author.name == authorName
              && comment.author.profileUrl == authorUrl;
          return matches ? true : ;
        } else if (deletelink == key) {
          return baseUri + /delete-comment.g?blogID= + blogId + &postID= + comment.id;
        } else if (deleteclass == key) {
          return comment.deleteclass;
        }
        return ;
      };

      var replybox = null;
      var replyUrlParts = null;
      var replyParent = undefined;

      var onReply = function(commentId, domId) {
        if (replybox == null) {
          // lazily cache replybox, and adjust to suit this style:
          replybox = document.getElementById(comment-editor);
          if (replybox != null) {
            replybox.height = 250px;
            replybox.style.display = block;
            replyUrlParts = replybox.src.split(#);
          }
        }
        if (replybox && (commentId !== replyParent)) {
          document.getElementById(domId).insertBefore(replybox, null);
          replybox.src = replyUrlParts[0]
              + (commentId ? &parentID= + commentId : )
              + # + replyUrlParts[1];
          replyParent = commentId;
        }
      };

      var tok = comment-form_;
      var hash = window.location.hash || ;
      var startThread = hash.indexOf(tok) == 1 ? hash.substring(tok.length + 1) : undefined;

      // Configure commenting API:
      var configJso = {
        maxDepth: 2
      };
      var provider = {
        id: postId,
        data: items,
        loadNext: paginator,
        hasMore: hasMore,
        getMeta: getMeta,
        onReply: onReply,
        rendered: true,
        initReplyThread: startThread,
        config: configJso,
        messages: msgs
      };

      var render = function() {
        if (window.goog && window.goog.comments) {
          var holder = document.getElementById(comment-holder);
          window.goog.comments.render(holder, provider);
        }
      };

      // render now, or queue to render when library loads:
      if (window.goog && window.goog.comments) {
        render();
      } else {
        window.goog = window.goog || {};
        window.goog.comments = window.goog.comments || {};
        window.goog.comments.loadQueue = window.goog.comments.loadQueue || [];
        window.goog.comments.loadQueue.push(render);
      }
    })();
// ]]>
  </script>
</b:includable>
5. Ganti semuanya dengan kode dibawah ini :

<b:includable id=threaded_comment_js var=post>
  <script async=async expr:src=data:post.commentSrc type=text/javascript/>

  <script type=text/javascript>
    (function() {
      var items = <data:post.commentJso/>;
      var msgs = <data:post.commentMsgs/>;
      var config = <data:post.commentConfig/>;

// <![CDATA[
      var cursor = null;
      if (items && items.length > 0) {
        cursor = parseInt(items[items.length - 1].timestamp) + 1;
      }

      var bodyFromEntry = function(entry) {
        if (entry.gd$extendedProperty) {
          for (var k in entry.gd$extendedProperty) {
            if (entry.gd$extendedProperty[k].name == blogger.contentRemoved) {
              return <span class="deleted-comment"> + entry.content.$t + </span>;
            }
          }
        }
        return entry.content.$t;
      }

      var parse = function(data) {
        cursor = null;
        var comments = [];
        if (data && data.feed && data.feed.entry) {
          for (var i = 0, entry; entry = data.feed.entry[i]; i++) {
            var comment = {};
            // comment ID, parsed out of the original id format
            var id = /blog-(d+).post-(d+)/.exec(entry.id.$t);
            comment.id = id ? id[2] : null;
            comment.body = bodyFromEntry(entry);
            comment.timestamp = Date.parse(entry.published.$t) + ;
            if (entry.author && entry.author.constructor === Array) {
              var auth = entry.author[0];
              if (auth) {
                comment.author = {
                  name: (auth.name ? auth.name.$t : undefined),
                  profileUrl: (auth.uri ? auth.uri.$t : undefined),
                  avatarUrl: (auth.gd$image ? auth.gd$image.src : undefined)
                };
              }
            }
            if (entry.link) {
              if (entry.link[2]) {
                comment.link = comment.permalink = entry.link[2].href;
              }
              if (entry.link[3]) {
                var pid = /.*comments/default/(d+)?.*/.exec(entry.link[3].href);
                if (pid && pid[1]) {
                  comment.parentId = pid[1];
                }
              }
            }
            comment.deleteclass = item-control blog-admin;
            if (entry.gd$extendedProperty) {
              for (var k in entry.gd$extendedProperty) {
                if (entry.gd$extendedProperty[k].name == blogger.itemClass) {
                  comment.deleteclass += + entry.gd$extendedProperty[k].value;
                }
              }
            }
            comments.push(comment);
          }
        }
        return comments;
      };

      var paginator = function(callback) {
        if (hasMore()) {
          var url = config.feed + ?alt=json&v=2&orderby=published&reverse=false&max-results=50;
          if (cursor) {
            url += &published-min= + new Date(cursor).toISOString();
          }
          window.bloggercomments = function(data) {
            var parsed = parse(data);
            cursor = parsed.length < 50 ? null
                : parseInt(parsed[parsed.length - 1].timestamp) + 1
            callback(parsed);
            window.bloggercomments = null;
          }
          url += &callback=bloggercomments;
          var script = document.createElement(script);
          script.type = text/javascript;
          script.src = url;
          document.getElementsByTagName(head)[0].appendChild(script);
        }
      };
      var hasMore = function() {
        return !!cursor;
      };
      var getMeta = function(key, comment) {
        if (iswriter == key) {
          var matches = !!comment.author
              && comment.author.name == config.authorName
              && comment.author.profileUrl == config.authorUrl;
          return matches ? true : ;
        } else if (deletelink == key) {
          return config.baseUri + /delete-comment.g?blogID=
               + config.blogId + &postID= + comment.id;
        } else if (deleteclass == key) {
          return comment.deleteclass;
        }
        return ;
      };

      var replybox = null;
      var replyUrlParts = null;
      var replyParent = undefined;

      var onReply = function(commentId, domId) {
        if (replybox == null) {
          // lazily cache replybox, and adjust to suit this style:
          replybox = document.getElementById(comment-editor);
          if (replybox != null) {
            replybox.height = 250px;
            replybox.style.display = block;
            replyUrlParts = replybox.src.split(#);
          }
        }
        if (replybox && (commentId !== replyParent)) {
          document.getElementById(domId).insertBefore(replybox, null);
          replybox.src = replyUrlParts[0]
              + (commentId ? &parentID= + commentId : )
              + # + replyUrlParts[1];
          replyParent = commentId;
        }
      };

      var hash = (window.location.hash || #).substring(1);
      var startThread, targetComment;
      if (/^comment-form_/.test(hash)) {
        startThread = hash.substring(comment-form_.length);
      } else if (/^c[0-9]+$/.test(hash)) {
        targetComment = hash.substring(1);
      }

      // Configure commenting API:
      var configJso = {
        maxDepth: config.maxThreadDepth
      };
      var provider = {
        id: config.postId,
        data: items,
        loadNext: paginator,
        hasMore: hasMore,
        getMeta: getMeta,
        onReply: onReply,
        rendered: true,
        initComment: targetComment,
        initReplyThread: startThread,
        config: configJso,
        messages: msgs
      };

      var render = function() {
        if (window.goog && window.goog.comments) {
          var holder = document.getElementById(comment-holder);
          window.goog.comments.render(holder, provider);
        }
      };

      // render now, or queue to render when library loads:
      if (window.goog && window.goog.comments) {
        render();
      } else {
        window.goog = window.goog || {};
        window.goog.comments = window.goog.comments || {};
        window.goog.comments.loadQueue = window.goog.comments.loadQueue || [];
        window.goog.comments.loadQueue.push(render);
      }
    })();
// ]]>
  </script>
</b:includable>
6. Save Template 

Bila Belum Mempan cara/trik yang pertama silahkan sobat coba cara/ trik yang ke dua dibawah ini :

1. Login ke Akun Blogger sobat.
2. Pilih menu Template.
3. Klik Edit HTML.
4. Centang Expand Template Widget.
5. Cari kode seperti ini <b:include data=post name=post/> dan kalau tidak salah bentuk keseluruhannya seperti kode dibawah ini :

<b:include data=post name=post/>
<b:if cond=data:blog.pageType == &quot;item&quot;>
 <b:if cond=data:post.allowComments>
  <b:include data=post name=comments/>
 </b:if>
</b:if>

ATAU SEPERTI INI

<b:include data=post name=post/>
<b:if cond=data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;>
   <b:include data=post name=comments/>
 </b:if>
<b:if cond=data:blog.pageType == &quot;item&quot;>
   <b:include data=post name=comments/>
 </b:if>

6. Silahkan sobat ganti deretan warna biru dengan kode dibawah ini :

<b:if cond=data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;>
 <b:if cond=data:post.showThreadedComments>
  <b:include data=post name=threaded_comments/>
 <b:else/>
  <b:include data=post name=comments/>
 </b:if>
</b:if>
<b:if cond=data:blog.pageType == &quot;item&quot;>
 <b:if cond=data:post.showThreadedComments>
  <b:include data=post name=threaded_comments/>
 <b:else/>
  <b:include data=post name=comments/>
 </b:if>
</b:if>

7. Save atau Simpan template sobat.

Terimakasih kunjungannya sob dan semoga berhasil.

Wednesday, August 27, 2014

Cara Mendapatkan Penghasilan 22 Juta Per Bulan Hanya dari BLOG

Cara mendapatkan penghasilan 22 Juta per bulan ternyata tidak se sulit yang aku bayangkan. Apalagi penghasilan perbulan ini Murni dari Nge blog aja. Inspirasinya dari si Darren Rowse, pemilik Problogger, blog yang membukukan penghasilan minimum $30,000 USD per tahun atau kalau di rupiahkan menjadi sekitar 22 Juta per Bulan.Tentu saja itu bukan perkerjaan semudah membalik telapak tangan tetapi ternyata penghasilan segitu hanya di dapat dari blog dengan traffic sekitar 10.000 an per hari saja. Bagaimana cara membuat blog menhasilkan 22 juta per bulan? Darren Rowse mengungkapkan dalam postingannya langkah-langkah kongkritnya yaitu:

1. Jangan meninggalkan Pekerjaan mu dulu
Karena blogging merupakan pekerjaan dengan proses yang lama, maka siang hari kita tetap bisa bekerja dan malam harinya baru melakukan otimasi pendapatan blog, dan itu harus dilakukan rutin dan fokus terutama melakukan posting harian dan SEO (meningkatkan traffic).


2.Harus Spesifik
Katakanlah menjadi FULL time Blogger adalah tujuanmu, yaitu cukup dengan ngeblog aja gak kerja yang lain kita bisa dapat 22 Juta per Bulan, MAKA menurut Darren Rowse kita harus punya figur blogger yang benar2 sudah mendapatkan penghasilan segitu, kalau aku sih ya si Problogger ini, dan kita harus selalui berkomunikasi dengan figur orang yang ingin kita samai itu. Selanjutnya kita harus spesufik targetnya berapa Per Bulan??? Harus realistis, Kalau aku sih Baru ingin mencapai 10 Juta per Bulan dulu.

3.Pecahkan targetmu menjadi lebih mudah tercapai
22 Juta perbulan masih terdengan fantastis dan mustahil...OKE kita pecah aja dalam DOLLAR :
* $30,000 a year = $576.92 per week
* $30,000 a year = $82.19 a day
* $30,000 a year = $3.42 an hour

Kelihatannya lebih mudah kan mendaptakan penghasilan hanya 82 Dollar per hari MMM gimana ya..?

4. Apa yang di butuhkan untuk mencapai pendapatan 82 Dollar per hari atau 22 Juta Rupiah per bulan itu ?

# CPC Ads – Katakanlah pendapatan tertinggi kita dari adsense dan rata-rata per klik cuma 5 cents. Membutuhkan 1643 clicks on AdSense ads (note: AdSense also runs CPM ads so it’s not quite as simple as saying you need 1643 clicks… but to keep this simple lets just go with that).

# CPM Ads – Katakanlah pendapatannya $2 CPM per ad unit dan kita punya 3 ads pada masing-masing halaman (which is effectively $6 CPM per page). This would mean we’d need 13,000 page impressions.

# Sponsor Bulanan – one way to sell ads directly to advertisers is to sell ads on a month by month basis as a sponsorship. To make $30k in a year you need to sell $2500 a month in ads. You might have 6 ad spots on your blog so this is 6 advertisers at $416.66 per advertiser per month.

# Low Commission Affiliate Products – Lets say we were promoting affiliate products from a site like Amazon and your commissions were on average about 40 cents per sale. To earn $82.19 you’d need to sell 205 products.

# High Commission Affiliate Products – In this case you might be promoting ebooks and earning $8 a copy (that’s what you’d earn selling my 31DBBB ebook per commission). The math is simple on this one – you’d had to sell around 10 e-books a day.

# Really Big Commission Affiliate Products – of course e-books are not the biggest product out there to promote – there are products like training courses where you can earn hundreds per sale. Lets take one that might pay out $300 for a yearly membership on a bigger product. In this case you need to sell 8 of these per month.

# Selling Your Own E-book – got your own product, perhaps an e-book, to sell from your blog? At $19.95 a sale you need to sell just over 4 of these a day. You can do the sums on cheaper or more expensive product

GILA AJA KALAU Memikirkan cara mendapat 1643 klik per hari, mangkanya kita harus membagi pendapatan kita dalam TARGET yang lebih spesifik yaitu

* AdSense: $35
* Chitika: $20
* Private Ad Sales: $20
* Amazon: $15
* Other Affiliate Commissions: $10

Berarti jelas kan asal kita rajin posting aja maka traffic tinggi dan adsense gedhe trus juga dari affiliate.
Mengutip juga kata master adsense indonesia bung Isnaini, kuncinya pada posting, banyakin konten yang berkualitas dan rutin, bikin tulisan yang berguna buat pembaca.. sehari sekali WAJIB..

Oke deh semoga tahun ini bisa tercapai..Good Luck
http://ranepower.blogspot.com/2010/06/cara-mendaptakan-penghasilan-22-juta.html

Tuesday, August 26, 2014

How to care for your hair to grow and lush

How to care for your hair to grow and lush-hair is a crown, hair is so valuable for us, therefore, take care of your hair to keep it thriving and not quickly graying, here I will share tips on how to care for your hair to continue to grow and become fertile with drug natural, ie with Aloe Vera leaves.

If we want to grow hair with lush, then how to treat it is as follows;
-The first time we take aloe leaf that looks like a keris scalloped edges. it leaves thick and slimy. aloe slime is what we use nourish hair growth.

How to do it:
Aloe vera leaves us peel the green skin, mucous which we take off and do it on the base of the head where hair growth. After that we head wrap with a towel, continue to bring sleep. After getting out of bed in the morning we head keramasi to clean.


Note:
Do it this way to be successful,


Tuesday, August 19, 2014

Awan Air Terbesar di Jagat Raya Telah Ditemukan

Awan Air Terbesar di Jagat Raya Telah Ditemukan-Para ilmuwan baru-baru ini berhasil menemukan massa air raksasa terbesar dan tertua di jagad raya.
Massa air berbentuk awan itu, berusia 12 miliar tahun dan diperkirakan mengandung massa air  yang besarnya 140 triliun kali lipat dari seluruh massa air yang ada di bumi.
Awan uap air itu dikelilingi oleh sebuah lubang hitam supermasif yang dikenal dengan quasar, berada di lokasi yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Seperti dikutip stasiun berita MSNBC, para ilmuwan mengatakan bahwa temuan ini membuktikan bahwa air telah ada sejak awal keberadaan jagad raya
"Karena cahaya yang kita lihat meninggalkan kuasar itu lebih dari 12 tahun cahaya, kita melihat kehadiran air hanya sekitar 1,6 milar setelah awal dari jagad raya," ujar Alberto Bolatto, salah seorang peneliti dari University of Maryland lewat sebuah pernyataan.

"Penemuan ini menandai keberadaan air semiliar tahun lebih dekat dengan peristiwa dentuman besar," kata Bolatto.
Quasar adalah obyek bercahaya dan paling energetik di alam raya. Kuasar ditenagai oleh lubang hitam besar yang menghisap gas-gas dan debu di sekitarnya lalu memuntahkan energi dalam jumlah ebsar.
Para tim astronom berhasil mendeteksi dan mengkonfirmasi keberadaan awan air itu di sekeliling quasar, melalui dua teleskop berbeda, satu di Hawaii dan satu lagi di California.
Peneliti memperkirakan, bahwa uap air itu terbentuk di awal kemunculan alam raya. Jadi, penemuan awan tua ini tida terlalu mengagetkan mereka. "Ini adalah bukti selanjutnya di mana air  meresap ke seluruh alam semesta, bahkan di saat-saat yang sangat awal," ujar pemimpin penulis riset, Matt Bradford, dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.

Berwujud Es
Quasar APM 08279+5255  mengandung uap air yang besarnya 4.000 kali lebih besar daripada galaksi Bima Sakti, kata para peneliti. Hal ini mungkin dikarenakan banyak air di galaksi Bima Sakti yang berwujud es, bukan uap.
Uap air di quasar didistribusikan ke sekitar lubang hitam masif di wilayah yang panjangnya mencakup ratusan tahun cahaya. Awan tersebut memiliki suhu minus 63 derajat Fahrenheit (-17,2 derajat celsius), namun, atmosfer bumi memiliki kepadatan yang 300 triliun kali lebih padat daripada awan tersebut.
Setidaknya, awan itu lima kali lebih panas, dan 10 sampai 100 kali lebih padat daripada apa yang biasa dijumpai di galaksi-galaksi, termasuk Bima Sakti, kata para peneliti. Awan air itu juga mengungkap info penting lain tentang quasar.
Pengukuran uap air dan molekul-molekul lain seperti karbon monoksida, mengungkap kemungkinan bahwa terdapat jumlah gas yang cukup bagi lubang hitam untuk berkembang hingga sekitar enam kali dari ukuran sebelumnya. Temuan ini akan segera dipublikasikan pada Astrophysical Journal Letters.

Baca juga:
  • Foto Planet Aneh di Jagat Raya
  • Olimpus Mons, Gunung Tertinggi Di Jagat Raya
Sumber: vivanews.com

Saturday, August 16, 2014

Tipe Wanita Berdasarkan Teknologi

Baru-baru ini World Computer Scientist Journal mengadakan survey secara asal-asalan terhadap para computer scientist tentang bagaimana cara mereka memandang wanita, dan beginilah hasil riset asal-asalan tersebut:



1. Tipe CPU:
Pintar, pemikir, tidak banyak bicara tapi mengerjakan banyak hal, (diam- diam tau-tau sudah 7… bulan).

2. Tipe Monitor:

Genit, senangnya diperhatikan, suka pamer, (padahal belum tentu yang dipamerin bagus).

3. Tipe Keyboard:

Senang dipegang, ditekan dan dipencet di berbagai lokasi (awas, salah tekan bisa hang )

4. Tipe Printer:

Aktif, ditekan sedikit geraknya banyak, kalau sedang dipakai berisik, (nggak cocok di rumah type 21 atau’ RSS, mengganggu tetangga).

5. Tipe Mouse:

Pas dan enak digenggam, dingin-dingin empuk!.

6. Tipe Windows:

Tampak luar bagus, dalamnya penuh bugs.

7. Tipe Linux-Console:

Tampak luar jelek, dalamnya ‘handal.’

8. Tipe XWindow:

Luar dalam bisa dihandalkan.

9. Tipe DOS:

Wajah tidak cantik, belum tentu hatinya baik!

10. Tipe UNIX:

Diam-diam, multi user.

11. Tipe PLC:

Badan besar dan kekar, Mampu bekerja di tempat kotor, 24 jam sehari, 365 hari setahun nonstop selama 30 tahun.

12. Tipe Windows NT:

Multi user, previlleges bisa costumized.

13. Tipe Windows Vista:

Selalu up to date, exclusive, nggak sembarangan terima pria, apalagi bajakan…

14. Tipe Windows 7:

Mirip dengan Windows Vista namun flexible, menerima laki-laki atau perempuan… yang penting kasih sayang…
Manakah yang termasuk sebagai diri anda ??

Sumber:http://www.beritaunik.net/berita-lucu/tipe-wanita-berdasarkan-teknologi.html

Wednesday, August 13, 2014

Tuesday, August 12, 2014

Diana Halik Dituduh Tengking Peminat Suami


Diana Halik Dituduh Tengking Peminat Suami
Diana Halik Dituduh Tengking Peminat Suami - KUALA LUMPUR : Isteri kepada pelakon dan pengacara terkenal Aaron Aziz, Diyana Halik menafikan dirinya sebagai pembantu peribadi (PA) kepada suaminya sendiri yang terlibat dalam kes menengking peminat-peminat Aaron.
Sebaliknya, Diyana mengakui dia adalah pengurus kepada suaminya sendiri yang menguruskan jadual kerjaya Aaron.
Baru-baru ini timbul cerita mengatakan PA kepada jejaka kacak itu telah menengking peminat-peminat Aaron dan PA yang dimaksudkan adalah Diyana sendiri.
Namun, Diyana menafikan cerita itu dan mendakwa telah berlaku salah faham dan penambahan dalam kisah tersebut.
“Terus-terang, saya bukan PA Aaron tapi pengurus dia. Pada kebiasaan, PA akan bertukar-tukar mengikut majlis yang dihadiri Aaron.
“Sejujurnya, pihak Primadona dah banyak kali hubungi kami untuk hadir disebabkan kami sudah terlewat. Oleh kerana itu, sebelum majlis ABP habis, kami terus bergegas ke studio dengan keadaan tergopoh-gopoh.
“Dalam kami bergegas, ada sekumpulan peminat menahan kami untuk mengambil gambar. Waktu itu jugalah PA Aaron berkata sesuatu kepada peminat itu. Setahu saya, PA dia tidak pun menengking peminat itu tetapi hanya berkata dalam nada tegas saja,” kata Diyana yang dipetik dari laporan Murai.com.
Bukan itu sahaja, terdapat juga pihak memburukkan peribadi Aaron apabila dikatakan hanya berdiam diri ketika melihat peminat-peminatnya ‘ditengking’.
Diana berkata, perkara itu juga tidak benar kerana Aaron tetap melayan peminat-peminatnya walaupun sedang mengejar masa.
“Walaupun kami sudah betul-betul terlambat, Aaron tetap melayan peminat untuk bergambar bersama. Malah, Aaron siap bertanya ada lagi tak peminat yang belum bergambar ketika itu.
“Saya betul-betul tak faham kenapa Aaron pula dituduh hanya berdiam diri saja. Padahal dia dah menurut permintaan untuk gambar. Saya agak kesal orang masih cakap Aaron sebegitu,” katanya.
Walaupun sudah banyak cerita negatif mengaitkan dirinya sepanjang menguruskan kerjaya seni suami sendiri, Diyana tidak mahu ambil pusing tentang cerita yang memburukkan dirinya.
Bagi Diyana, dia lebih mengetahui apa yang dirinya dan Aaron lakukan. – MynewsHub

Thursday, June 12, 2014

Menjalankan Bisnis Online Dengan Facebook

Apakah anda tidak pernah mendengar kata facebook? Tidak mungkin, kebanyakan kini masyarakat telah mengenal apa yang namanya facebok yang kini telah menjadi social media internet yang sangat populer di dunia dari anak SD hingga seorang pekerja kini mulai menggunakan Facebok. Nah jika anda telah mengenal apa itu facebook anda dapat berfikir positif jika kini dengan menggunakan facebook anda juga dapat melakukan sebuah bisnis online. Saat ini sendiri facebook telah menyediakan banyak fasilitas yang dapat anda gunakan berbisnis online. Caranya sangatlah mudah loh berbisnis menggunakan facebook?

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menentukan medianya terlebih dahulu untuk anda gunakan untuk pemasaran bisnis online anda. Media sendiri mempunyai arti sebagai profile facebook anda atau disebut juga fan page. Yang pertama adalah dengan menggunakan akun facebook biasa, yang dapat anda gunakan untuk sedikit memperkenakan bisnis anda kepada teman anda di facebook. Yang kedua adalah dengan mengguakan fasilitas khusus yang ada pada halaman facebook yang dapat anda gunakan untuk menjadi sentral pusat informasi untuk "fan". Caranya memang terlalu banyak kekurangannya, karena jangkauan yang digunakan kurang luas dengan sistem fan page

Cara yang dapat anda lakukan untuk memasarkan bisnis online anda dengan menggunakan facebook ada banyak modelnya :

Dengan SEO : Biasanya model ini banyak digunakan untuk jenis fan page yang sangat dioptimizmekan agar sering muncul di google pada keyword atau kata kunci yang telah dipilih

Dengan Iklan : Biasanya model ini yang paling banyak digunakan dengan memasang iklan facebook atau (FB Ads) tapi anda juga dapat menggunakannya untuk fan page. Menetapkan rencana campaign internet marketing via fan page facebook dapat menjadi salah satu pembangun natural fan page tersebut agar kelak anda mendapatkan fan page yang lebih banyak lagi

Bahkan saat ini dapat anda lihat sendiri ada banyak bisnis online UKM yang sukses dengan cara mengandalkan pemasaran melalui facebook. Hal ini sangatlah wajar karena dengan menggunakan facebook, yang facebook sendiri merupakan situs jejaring sosial yang nomor 1 didunia dan ada banyak orang yang mengakses situs facebook ini

Sunday, June 1, 2014

Ada Mahluk Berjalan Di Mars

Dalam hari ini lastbacklink.blogspot.com akan membahas artikel tentang Ada Mahluk Berjalan Di Mars???. Semoga dengan berita Ada Mahluk Berjalan Di Mars??? akan menambah wacana untuk anda pembaca setia lastbacklink.blogspot.com


Apakah kalian punya pendapat tentang foto foto ini??jika NASA saja masih ragu,bagaimana pula saya menjelaskannya kepada kalian.

 

 

 

 

 

Sumber:http://www.techchee.com/

Dapatkan berita terupdate dan unik setiap saat hanya di lastbacklink.blogspot.com
Homepage|http://lastbacklink.blogspot.com

Saturday, May 31, 2014

5 kisah seram di balik dongeng dunia

Pada posting kali ini juhanasblog.blogspot.com akan membahas berita tentang 5 kisah seram di balik dongeng dunia. Semoga dengan artikel 5 kisah seram di balik dongeng dunia akan menambah wawasan bagi anda pembaca setia juhanasblog.blogspot.com

Anda tentu sudah sering mendengar tentang kisah hidup Cinderella yang tadinya dikenal dengan Upik Abu yang penuh derita, kemudian berubah menjadi Putri Kerajaan yang cantik jelita. Anda pun sudah sering mendengar tentang kisah Hansel dan Gretel yang ditinggal oleh orang tuanya di dalam hutan.

Cerita-cerita menjelang tidur itu memang sangat menghibur dan membawa kenangan masa kecil yang begitu indah. Namun tahukah Anda bahwa dongeng-dongeng tersebut pada awalnya bukan begitu ceritanya. Dalam sebuah buku berjudul The Most Creepy Fairy Tales, dongeng-dongeng itu ternyata awalnya dibuat dengan cerita yang sangat mengerikan dan menakutkan. Beruntunglah kita tidak pernah mendengar kisah sebenarnya dari dongeng-dongeng itu, karena telah dimodifikasi sedemikian rupa (terima kasih untuk HC Anderson, Brother Grimms, dan Walt Disney yang telah mengubah kisah horor itu menjadi dongeng anak-anak yang menyentuh hati). Jika tidak, mungkin masa kecil kita tidak seindah yang kita ingat. Berikut ini adalah kisah sebenarnya dari dongeng-dongeng populer tersebut :

1. SNOW WHITE & SEVEN DWARFS

Ucapan terima kasih perlu kita alamatkan pada Walt Disney yang telah mengubah kisah Putri Salju dan 7 Kurcaci ini menjadi sebuah cerita yang legendaris seperti yang kita ketahui saat ini. Dalam versi asli epik ini, dikisahkan bahwa Ratu meminta bawahannya untuk menghabisi Putri Salju. Dan sebagai bukti kalau Putri Salju telah terbunuh, sang bawahan harus membawa jantung Putri Salju. Saat melepaskan Putri Salju, Bawahan Ratu membunuh rusa dan membawa jantung rusa itu ke hadapan Ratu, serta mengakui jantung itu milik Putri Salju. Sang Ratu lalu memakan jantung Putri Salju dan berharap kecantikan Putri Salju berpindah padanya.

Di akhir cerita, dikisahkan bahwa Putri Salju yang tewas setelah makan apel beracun, hidup lagi berkat ciuman seorang Pangeran. Setelah Putri Salju diboyong ke istana, sang Ratu dihukum. Namun berbeda dengan versi yang anda ketahui, hukuman untuk Sang Ratu sangatlah kejam. Kakinya dipasung dengan sepatu besi dan si Ratu dipaksa menari sampai mati di hadapan Putri Salju.

2. CINDERELLA :

Kisah lain yang cukup populer di masa kanak-kanak kita adalah Cinderella alias Si Upik Abu. Dalam versi aslinya, saat Pangeran mencari pemilik sepatu kaca, Ibu Tiri Upik Abu berusaha sangat keras agar anak-anaknya terpilih sebagai pemilik sepatu. Putri yang kakinya kebesaran, jari-jarinya dipotong agar muat. Sementara Putri yang kakinya kekecilan, kakinya digilas dengan roda gerobak kuda yang sangat berat (dari sinilah sebenarnya muncul istilah "Pain for Beauty"(Biar Sakit Asal Cantik)). Pada akhirnya, cara itu tidak berhasil karena Sepatu Kaca itu tetaplah tidak muat untuk kedua kakak-beradik itu.

Ketika Sang Pangeran menemukan bahwa pemilik sepatunya adalah Cinderella, maka murkalah dia, dan segera memerintahkan burung elang peliharaannya untuk mematuk dan memakan mata Ibu Tiri Cinderella, kemudian mengusir Ibu Tiri dan adik-adik tirinya dari kota. Sang Ibu Tiri dan adik tiri Cinderella pada akhirnya menjadi pengemis yang tinggal di luar kota.

3. HANSEL & GRETEL

Kisah rekaan Brother Grimms ini awalnya dibuat untuk orang dewasa. Namun karena tidak populer, akhirnya diubah versinya dan disesuaikan untuk anak-anak. Dalam versi dewasanya, Hansel dan Gretel diceritakan sering disiksa oleh orang tuanya yang psycho. Sang ayah sering menyambuk mereka dan sang ibu suka melukai kedua anak itu dengan menyayat kulit mereka dan tertawa-tawa saat melihat darah mengalir keluar dari kulit yang tersayat itu.
Saat kedua anak itu kabur dari rumah, keduanya bertemu rumah yang terbuat dari permen / coklat, yang tidak lain adalah milik Tukang Sihir. Yang mengejutkan, Sang Tukang Sihir adalah Kanibal yang pada akhirnya membunuh dan memakan mereka.
Hansel & Gretel adalah kisah pertama yang mengangkat tema kanibalisme.

4. LITTLE RED RIDING HOOD

Kisah klasik ini sebenarnya diangkat dari kisah nyata tentang penyerangan seekor srigala pada seorang anak perempuan berkerudung merah. Kejadian ini terjadi pada abad 18 di daerah Eropa. Waktu itu dikisahkan seorang anak disuruh orang tuanya mengunjungi nenek mereka yang sakit dan tinggal di hutan. Awalnya, anak itu disuruh pergi subuh-subuh. Namun entah mengapa, sang anak memutuskan pergi tengah malam. Akibatnya, dia dikejar oleh srigala. Memang si anak lolos dari kejaran srigala dan berhasil tiba di rumah neneknya dengan selamat. Namun yang tidak diduga olehnya, ternyata ada seekor srigala yang telah memakan sang nenek dan bersembunyi di dalam rumah. Dan ketika si anak itu tiba di rumah, sang serigala segera menghabisi anak malang itu.

Kisah asli Little Red Riding Hood nyaris difilmkan secara utuh dalam film Hoodwinkled. Namun berhubung film itu dikhususkan untuk anak-anak, akhirnya versinya diubah dengan mengikuti alur sesuai dengan cerita yang kita ketahui saat ini. Jika tidak.... mungkin Anda akan termuntah-muntah saat menontonnya.

5. THE LITTLE MERMAID :

"Under the sea.... under the sea..." Yeah... Anda tentu ingat lagu yang dinyanyikan oleh Sebastian - si udang berisik dari dasar laut. Dengan aksen Jamaikanya dia menghibur kita dengan lagu yang menyenangkan itu. Kisah si Putri Duyung ini pun begitu menyentuh dan disuka oleh banyak orang hingga hari ini. Namun tahukah Anda bahwa kisah si Putri Duyung itu tidaklah seindah yang Anda tahu?

Dalam versi aslinya, Ariel si Putri Duyung - selama menjadi manusia - dibekali dengan pisau yang terselip rapi di balik rambutnya yang panjang dan tebal. Tujuannya sederhana : Jika ada orang yang mencurigai keberadaannya sebagai Putri Duyung, maka Ariel harus membunuh orang itu. Dia harus melakukan hal ini untuk melindungi jati dirinya, serta keselamatan kerajaan Neptunus dan spesies Mermaid di laut agar tidak menjadi buruan manusia.

Dalam perkembangan kisahnya, kisah cinta Ariel berakhir tragis. Cintanya bertepuk sebelah tangan, dan sang pangeran meninggalkannya untuk menikah dengan gadis lain. Hal ini membuat Ariel patah hati dan akhirnya memilih membunuh dirinya sendiri dengan pisau yang dibawanya.

Dari sinilah muncul istilah "Mermaid Tears" (Air mata Putri Duyung).
Hewan Sirenia - atau dikenal juga dengan sebutan Sapi Laut / Sea Cows - disebut pula dengan nama Putri Duyung karena memiliki morfologi tubuh yang mirip dengan gambaran Putri Duyung. Hewan laut ini sering terlihat mengeluarkan air mata. Dan kini Anda paham kan mengapa dia menangis?

Dapatkan berita terupdate dan unik setiap saat hanya di juhanasblog.blogspot.com
Homepage|http://juhanasblog.blogspot.com